Friday, January 23, 2015

MENGGUNAKAN CSS PADA HTML



CARA MEMANGGIL / MENGGUNAKAN CSS PADA HTML

1.   Inline Styles

Inline styles ini maksudnya kalian memakai CSS langsung pada tag HTMLnya. Untuk memasukkan CSSnya kalian butuh atribut “style”. Biar gak pada bingung ini contohnya.

<html>
  <head>
    <title>Belajar CSS</title>
  </head>
  <body>
    <p style="background: #efefef">Contoh</p>
  </body>
</html>

Nah jadi outpunya akan menghasilnya tulisan “Contoh” dengan warna background abu-abu, iya background: #efefef itu untuk mengubah background jadi warna abu-abu.

2.   Internal Styles

Internal styles yaitu memakai CSS masih di dalam file HTML namun tidak langsung pada tagnya seperti Inline Styles, melainkan kita buat beberapa baris kode CSS dan kemudian kita panggil. Contohnya simplenya seperti ini
<html>
  <head>
    <title>Belajar CSS</title>
    <style> p{ background: #efefef }</style>
  </head>
  <body>
    <p>Contoh</p>
  </body>
</html>

Kode itu sama menghasilkan tulisan “Contoh” dengan warna background jadi abu-abu. Hanya penulisannya saja berbeda dimana kode CSSnya dibedakan tempatnya dan di apit tag <style>



3.   External Styles

External Style dimana kita membuat file yang berisi kode CSS dan file berisi kode HTML terpisah,  jadinya ada 2 file. Contohnya seperti ini
Pertama buat file CSS, misalnya kita beri nama style.css
p{ background: #efefef }
Dan yang kedua kita buat file HTML, dimana diberi nama latihan.html
<html>
  <head>
    <title>Belajar CSS</title>
    <link href=”style.css” rel=”stylesheet” type=”text/css” media=”screen” />
  </head>
  <body>
    <p>Contoh</p>
  </body>
</html>

<link href=”css/style.css” rel=”stylesheet” type=”text/css” media=”screen” /> itu digunakan untuk memanggil file CSS yang akan digunakan. Dan output yang dihasilkan sebenarnya sama juga dengan yang di atas yaitu tulisan “Contoh” dengan warna background abu-abu.






Pertama buatlah struktur HTML dari menu yang ingin di gunakan:

<nav>
<ul>
<li><a href="#">Home</a></li>
<li><a href="#">Artikel</a></li>
<li><a href="#">Contact</a></li>
<li><a href="#">Profile</a></li>
</ul>
</nav>

Diatas adalah menu utama dan sekarang coba buat submenu, misalkan:

<nav>
<ul>
<li><a href="#">Home</a></li>
<li><a href="#">Artikel</a>
 <ul>
 <li><a href="#">WordPress</a></li>
 <li><a href="#">Photoshop</a></li>
 <li><a href="#">Web Design</a>
  <ul>
   <li><a href="#">HTML</a></li>
   <li><a href="#">CSS</a></li>
  </ul>
 </li>
</ul>
</li>
<li><a href="#">Contact</a></li>
<li><a href="#">Profile</a></li>
</ul>
</nav> 

Setelah anda membuat submenu, silahkan anda cek menu yang anda buat tadi. Memang terlihat kurang menarik dan biasa saja karena kita belum menambahkan style pada menu tersebut. Berikut code css yang membuat dropdown anda berjalan dengan baik: 
Simpan dengan nama style.css
nav ul ul { display: none; }

nav ul li:hover ul {
 display: block;
}
nav ul {
 background: #efefef;
 padding: 0;
 list-style: none;
 position: relative;
 display: inline-table;
}
nav ul:after {
 content: ""; clear: both; display: block;
}
nav ul li {
 float: left;
}
nav ul li:hover {
 background: #4b545f;
}
nav ul li:hover a {
 color: #fff;
}

nav ul li a {
 display: block; padding: 25px 40px;
 color: #757575; text-decoration: none;
}
nav ul ul {
 background: #5f6975; border-radius: 0px; padding: 0;
 position: absolute; top: 100%;
}
nav ul ul li {
 float: none;
 border-top: 1px solid #6b727c;
 border-bottom: 1px solid #575f6a;
 position: relative;
}
nav ul ul li a {
 padding: 15px 40px;
 color: #fff;
}
nav ul ul li a:hover {
 background: #4b545f;
}

nav ul ul ul {
 position: absolute; left: 100%; top:0;
}

Berikut penjelasan dari code css:
nav ul ul {
 display: none;
}

nav ul li:hover > ul {
 display: block;
}

Code ini mengartikan, bahwa elemen yang memiliki submenu, tidak akan di tampilkan. Dan akan tampil ketika terjadi hover pada li yang mempunyai submenu.
nav ul ul {
background: #5f6975;
border-radius: 0px;
padding: 0;
position: absolute;
top: 100%;
}
nav ul ul li {
 float: none;
 border-top: 1px solid #6b727c;
 border-bottom: 1px solid #575f6a;
 position: relative;
}
Code ini adalah styling untuk submenu. Artikel mempunyai submenu WordPress, Photoshop dan Web Design. Nah style ini dimaksudkan untuk submenu.
Jika sudah maka tampilan akhir dari code diatas adalah seperti ini:

Continue reading MENGGUNAKAN CSS PADA HTML

Langkah Langkah Setting Mikrotik Sebagai Router dan Akses Point

Langkah Langkah Setting Mikrotik Sebagai Router dan Akses Point
April 16, 2012 oleh Abimanyu
Sebelum memulai hal yang harus di ada atau perlu di ketahui adalah:
  1. Winbox (download di http://www.mikrotik.co.id)
  2. IP Publik (192.168.26.7)
  3. Gateway (192.168.26.254
  4. DNS Server (10.11.12.1)
  5. IP standar dari router mikrotik adalah : 192.168.88.1
  6. Login Name : admin password : Kosongkan saja
Jalankan WInbox
Tekan tombol kotak
Klik pada mikrotik yang akan di setting
Pada login name masukan “admin” dan kosongkan pada kolom password, klik connect
Akan muncul pemberintahuan bahwa Router OS sudah menpunyai konfigurasi standar, apakah akan kita pertahankan atau di hapus. Lebih baik Dihapus saja. Klik pada Remove Configuration
Selanjutnya pada klik menu interface, didalam interface terdapat dua interface, ether1 yang kita asumsikan terhubung dengan internet/IP Publik dan wlan1 yang terhubung dengan jaringan lokal bertindak sebagai akses point. Untuk ether1 tidak perlu kita rubah setingannya dulu langsung klik pada wlan kemudian aktifkan wlan1 dengan menklik tombol centang warna biru.
Klik dua kali pada wlan1, kemudian pada tab wireless rubahlah setingan menjadi
Mode     : ap bridge
SSID    : latihan (nama bebas, menyesuaikan)
Untuk band yang kita pakai pada akses point ini menggunakan sikyal dengan frequensi 5GHz-a, jika menggunakan type akses point yang lain rubah setingan band sesuai dengan frquensi siknyalnya.
Klik OK
Memberikan IP pada Interface dan Gateway serta DNS Server
Klik pada New Terminal
Kemudian ketikan perintah untuk memberi IP addres pada ethe1
ip address add address=192.168.26.2 netmask=255.255.255.0 interface=ether1
Memasukan gateway untuk konek ke internet (diberikan oleh operator prnyrdia layanan internet)
ip route add gateway=192.168.26.254
Memasukan DNS Server
ip dns set server=10.11.12.1 allow-remote-requests=yes
jika menggunakan router OS versi 4,5 ke bawah gunakan command
ip dns set primary-dns=192.168.30.254 allow-remote-requests=yes
Memasukan perintah routing
ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
menambahkan juga IP Addres untuk wlan1
ip address add address=192.168.40.1 netmask=255.255.255.0 interface=wlan1
DHCP Server
IP Pool, yaitu range IP yang bisa digunakan oleh server DHCP anda. Untuk case ini PC akan diberikan ip dari 192.168.40.12 sampai 192.168.40.254, berarti ada 253 PC yang bisa dihandle server DHCP.
ip pool add name=dhcp_pool ranges=192.168.40.2-192.168.40.254
setting DHCP Server
ip dhcp-server add address-pool=dhcp_pool
authoritative=after-2sec-delay bootp-support=static
disabled=no interface=wlan1 lease-time=3d name=dhcp_server
server DHCP menggunakan address pool dgn nama “dhcp_pool” dan menggunakan “wlan1″ untuk interface yang digunakan mikrotik (interface tersebut yang terhubung dengan switch/hub jaringan lokal anda)
ip dhcp-server network
add address=192.168.40.0/24 comment="" dns-server=192.168.40.1
 gateway=192.168.40.1 netmask=255.255.255.0
DHCP mikrotik menggunakan Network ID 192.168.40.0/24 Netmask 255.255.255.0 (/24) dengan pemberian gateway ke 192.168.40.1 dan DNS 192.168.40.1
Memberikan Password Pada Akses Point
Buat security Profile dulu dengan cara klik pada menu Wireless, pada wireless table masuk pada Security Profile, klik pada tombol Tambah (+)

Nama profile        : Bebas
Authetication Type    : cukup WPA PSK saja
WPA Pre Shared Key    : Masukan password yang diinginkan
Kalau sudah klik OK
Langkah selanjutnya klik pada tab interface, klik dua kali pada wlan1
Pada interface wlan, masuk pada tab wireless. Rubah security Profile menjadi profile yang tadi sudah kita buat

Klik ok
Menambah User
Untuk menambah, menghapus atau mengedit user, klik pada menu System kemudian pilih User
Pada menu User List klik pada tombol tambah (+), kemudian masukan nama user baru kemudian pilih group Full untuk memberikan hak akses full pada nam login yang baru. Klikk pada menu password untuk memberikan password pada user.


Continue reading Langkah Langkah Setting Mikrotik Sebagai Router dan Akses Point