Sunday, July 2, 2023

, ,

MANAJEMEN PELAYANAN HAJI DAN UMRAH





 Latar belakang

Setiap umat muslim menginginkan tercapainya kesempurnaan dalam beribadah dengan menjalankan perintah-perintah Allah swt. dan menjauhi segala larangan-Nya, al-Qur’an dan hadis adalah pegangan bagi umat muslim yang di dalamnya terdapat perintah dan larangan yang harus dijalankan oleh umat muslim salah satunya adalah rukun Islam dan rukun iman menjadi amalan yang harus dilaksanakan. Rukun islam ada lima, dan menunaikan ibadah haji adalah salah satu dari kelima rukun tersebut. Haji dan umrah merupakan salah satu ibadah yang diwajibkan atas setiap muslim yang mampu. Karena haji merupakan kewajiban, maka setiap orang yang mampu, apabila tidak melakukannya, maka ia berdosa dan apabila ia melakukannya, maka dia mendapatkan pahala. Haji dan umrah hanya diwajibkan sekali seumur hidup.  Ini berarti bahwa seseorang telah melakukan haji sekali saja, maka selesailah kewajibannya. Sedangkan haji dan umrah yang berikutnya, hanyalah merupakan ibadah sunnah. Ibadah haji merupakan ibadah besar yang setiap orang dapat menunaikannya, karena ibadah haji membutuhkan kekuatan fisik dan dana bagi muslim yang melaksanakannya. Oleh karena itu, Allah swt. mewajibkan bagi orangorang yang sudah mampu dalam hal materi, fisik, maupun kesungguhan atau keikhlasan dalam menjalakannya. Telah dijelaskan pula dalam al-Quran Surah Ali-Imran /3:97

 

 فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

 

Terjemahnya : “Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) makam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam”.


   Haji

Haji  secara  lughowi  (etimilogis)  berasal  dari  bahasa  Arab  al-hajj;  berarti tujuan, maksud, dan menyengaja untuk perbuatan yang besar dan agung. Selain itu, al hajj berarti mengunjungi atau mendatangi. Makna ini sejalan dengan aktivitas ibadah haji, dimana umat Islam dari pelbagai Negara mengunjungi dan mendatangi Baitullah (Ka’bah) pada musim haji karena tempat ini dianggap mulia dan agung.

Makna haji secara istilah (terminologis) adalah berkunjung ke Baitullah (Ka’bah) untuk melakukan beberapa amalan, antara lain: wukuf, tawaf, sa’i dan amalan lainnya pada masa tertentu, demi memenuhi panggilan Allah SWT dan mengharapkan ridho-Nya. Haji merupakan rukun Islam kelima yang pelaksanaannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu antara tanggal 8 sampai dengan 13 Dzulhijjah setiap tahun, sebagaimana dapat dipahami dari QS. Al-Baqarah/2: 197:


الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

 

Artinya: (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.


   Hukum Haji

Hukum  ibadah  haji  adalah  wajib  bagi  setiap  muslim  dan  muslimah  yang mampu     (istitho’ah) mengerjakannya sekali seumur hidup. Hal ini Allah SWT sampaikan melalui firman-Nya dalam QS Ali Imran/3: 97 : 
                       
فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Artinya:  Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim, Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

   Rukun Haji
Rukun  haji adalah amalan-amalan yang wajib dikerjakan selama melaksanakan ibadah haji. Bila salah satu amalan tersebut tertinggal atau sengaja ditinggalkan, ibadah haji menjadi batal dan wajib mengulang pada kesempatan lain. Rukun-rukun haji ada enam macam, yaitu:

1.        Ihram, yaitu niat yang diiringi dengan ucapan atau perbuatan yang berkitan dengan ibadah haji, seperti membaca talbiyah.
2.        Wukuf di Arafah; yaitu berdiam diri sejenak dipadang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, mulai dari menjelang Zuhur hingga terbenam matahari. Wukuf di Arafah merupakan inti prosesi ibadah haji.
3.        Tawaf Ifadhah; mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dalam arah berlawanan jarum jam, dimulai dari rukun Hajar Aswad dan berakhir di tempat yang sama.
4.        Sa’i antara Shafa dan Marwah: berlari-lari kecil dari shafa dan marwah sebanyak tujuh kali putaran.
5.        Tahallul (Memotong Rambut minimal tiga helai): memotong atau menggunting beberapa helai rambut setelah melakukan sa’i.
6.        Tertib, yaitu mendahulukan ihram dari keseluruhan rukun lainnya, mendahulukan wukuf dari tawaf ifadah dan ptpng rambut, dan mendahulukan tawaf atas sa’i bila sa’i itu tidak dilaksanakan setelah tawaf qudum.


a.    Wajib Haji

Wajib haji adalah rangkaian amalan yang harus dilakukan dalam ibadah haji di samping rukun haji, bila ditinggalkan akan dikenakan dam atau denda. Rangkaian tersebut adalah:

 

1.        Berihram pada miqat zamani dan makani yang telah ditentukan.

2.        Mabit di Muzdhalifah setelah  wukuf di Arafah

3.        Melontar Jumrah

4.        Mabit di Mina pada malam hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 DzulHijjah)

5.        Menjauhi segala hal yang diharamkan bagi orang yang sedang berihram.

6.        Tawaf wada ( H. Abdurachman Rochimi, 2010).

 

b.   Syarat Haji

Syarat sah haji adalah segala ketentuan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah haji. Jika terpenuhi, maka ibadah haji yang dilaksanakannya dipandang sah (diterima). Namun jika ketentuan itu tidak terpenuhi, ibadah haji dilaksanakan tidak sah (Said Agil Husin Al Munawar dan Abdul Halim, 2003).

Adapun syarat sah haji (H. Abdurachman Rochimi, 2010) adalah sebagai berikut.

1.        Beragama Islam (muslim);

2.        Berakal;

3.        Balig (Tamyiz);

4.        Ihram dari Miqat Makani;

5.        Memenuhi seluruh rukun haji.

 

 

 

c.    Sunnah haji

Dalam ilmu fikih, sunnah adalah melaksanakan suatu pekerjaan yang mendatangkan pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa. Jadi pengertian sunnah haji di sini adalah sesuatu yang jika kita lakukan akan mendatangkan pahala dari Allah, dan jika kita tinggalkan haji kita tidak batal.

 

a.         Mandi sunnah menjelang Ihram;

b.        Shalat sunnah Ihram sebanyak dua rakaat;

c.         Membaca talbiyah, shalawat Nabi dan doa;

d.        Mencium Hajar Aswad;

e.         Shalat sunnah di Hijir Ismail;

f.         Shalat sunnah di Maqam Ibrahim;

g.        Berdoa di Multazam;

h.        Minum air Zamzam (H. Abdurachman Rochimi, 2010).

            Jenis Haji

Berikut adalah jenis-jenis haji (Said Agil Husin Al Munawar dan Abdul Halim, 2003) yaitu:
1.      Haji Ifrad
      kata ifrad berarti menyendiri. Pelaksanaan ibadah haji disebut ifrad, bila seseorang bermaksud menyendirikan, baik menyendirikan ibadah haji maupun ibadah umrah; tidak melakukan keduanya sekaligus. Jadi umrah hanya sebagai ibadah sunat saja. Dalam pelaksanaannya, ibadah yang pertama dilakukan adalah ibadah haji hingga selesai, kemudian baru ibadah umrah sampai selesai. Oleh sebab itu, niat ketika ihram hanya untuk haji terlebih dahulu; setelah selesai baru memasang niat untuk melakukan ibadah umrah.
 
2.      Haji Tamattu
     kata tamattu’ berarti bersenang-senang atau bersantai-santai. Bila dikaitkan dengan ibadah haji, tamattu’ ialah melakukan ihram untuk melaksanakan umrah di bulan-bulan haji. Setelah seluruh amalan umrah selesai, langsung mengerjakan ibadah haji. Dinamakan haji tamattu’, karena melakukan dua ibadah (umrah dan haji) dibulan-bulan haji dalam tahun yang sama tanpa kembali ke negeri asalnya terlebih dahulu.
 
 
3.      Haji qiran
     kata qiran dapat diartikan dengan menyertakan atau menggabungkan. Adapun dalam terminology fikih, haji qiran ialah pelaksanaan ibadah haji dan umrah sekaligus dan dengan satu niat.
 

   Umrah

Pengertian Umrah menurut bahasa bermakna az-ziyarah, yaitu berkunjung atau mendatangi suatu tempat atau seseorang. Sedangkan menurut istilah syara’ ialah mendatangi Ka’bah untuk melaksanakan ritual ibadah yaitu melakukan thawaf dan sa’i(Ahmad Sarwat, Seri Fiqih Kehidupan Haji dan Umrah, 2016)Umrah dapat dilaksanakan kapan saja karena waktu umrah tidak mengikat, kecuali pada hari Arafah yaitu 10 zulhijjah, dan hari-hari tasyrik yaitu tanggal 11,12,13 zulhijjah.
a.         Rukun Umrah
            Rukun Umrah menurut para ulama adalah sebagai berikut:
1.      Menurut mazhab Syafi’i ada   lima yaitu Ihram, Thawaf, Sai, memotong/menggunting rambut, tertib. Menurut Wahbah          Zuhaily bahwa rukun umrah menurut Syafi’iyah hanya empat tidak termasuk tertib.
2.      Menurut  mazhab  Maliki  dan  Hambali  ada  tiga,  yaitu  Ihram  dari  Miqat, Thawaf, dan Sai.
3.      Menurut mazhab Hanafi, rukun Umrah hanya satu yaitu Thawaf yang dimaksud adalah empat putaran Thawaf sedangkan yang tiga putaran lainnya hukumnya wajib.

b.         Syarat Umrah
            Adapun syarat-syarat wajib umrah sama dengan syarat-syarat wajib umrah, sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya, yakni:
 
1.      Beragama Islam
2.      Berakal sehat
3.      Baligh (yakni telah sampai umur sehingga dapat membedakan mana benar manasalah)
4.      Merdeka
5.      Bukan hambasahaya
6.      Kuasa atau mampu mengerjakan (istithaah).  (Ahmad  Abdul  Madjid,  Seluk  Beluk  Ibadah  Haji  dan  Umrah, 2018)
 
c.          Wajib Umrah
            Wajib umrah adalah berihram dari miqat. Bila kewajiban dilanggar, ibadah umrah seseorang tetap sah tapi dia harus membayar dam. Wajib umrah tersebut ialah :
1.      Berniat ihram di miqat.
2.      Meninggalkan larangan ihram.(Kementrian Agama RI,  Tuntutan Manasik Haji dan Umrah, 2020)
 
 
   Manajemen
 
Manajemen dalam bahasa bahasa Inggris dikenal dengan kata  manage yang artinya mengurus, mengatur, melaksanakan, dan mengelola(Badrudin, Dasar-dasar Manajemen, 2015) Dalam bahasa Arab, istilah manajemen diartikan sebagai an-nizam atau at-tanzhim, yang merupakan suatu tempat untuk menyimpan segala sesuatu dan penempatan segala sesuatu pada tempatnya(M. Munir dan Wahyu Ilaihi, Manajemen Dakwah, 2016)
Dalam Al-Qur’an, manajemen dikemukakan dalam (Q.S. Al-Hasyr:18)
                                                                                                     
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
 

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah Setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan”


0 Comments:

Post a Comment